Sabtu, 14 Maret 2015


Dieng Plateu Memanjakan Mata di Atap Pulau Jawa

 

Udaranya segar, bersih dan sejuk (lebih tepatnya dingin), keindahan alamnya  menakjubkan, keramah-tamahan penduduk lokal serta kekayaan warisan budaya Dieng Plateau telah menjadikan daerah ini magnet Wisata bagi para turis lokal maupun mancanegara
Jumlah Kunjungan pun terus meningkat dari tahun ke tahun, menandakan nama Dieng kian di kenal sebagai salah satu Tujuan Wisata unggulan di Jawa-tengah, Indonesia, Maupun Dunia










   

TENTANG DIENG

Dataran Tinggi Dieng secara umum terbagi menjadi dua wilayah Administratif. Dieng Kulon masuk kabupaten Banjarnegara, sedangkan Dieng Wetan masuk kabupaten Wonosobo.
Sinergi Positif  antara Masyarakat Lokal, serta Dinas Pemerintah kedua Kabupaten tersebut berimbas pada meningkatnya pembangunan sarana dan prasarana kepariwisataan sehingga langsung maupun tidak langsung ikut menunjang kemajuan khususnya pada bidang Wisata di daerah ini. Hal tersebut  semakin memberi harapan cerah bagi masa depan Dieng khususnya dalam bidang Kepariwisataan

Terletak di ketinggian kurang lebih 2000m  DPL , Dieng disebut-sebut sebagai dataran tinggi berpenghuni Tertinggi kedua setelah Tibet. jadi pantas jika Dieng dijuluki  atapnya pulau Jawa.
Ketinggian tersebut berpengaruh pada suhu udara rata-rata di Daerah ini. Dalam kondisi normal, suhu udara di Dieng antara 15 hingga 10 derajat celcius, namun  memasuki musim-musim kemarau (seperti di awal juni -agustus) suhu udara di Dieng bisa mencapai 0 derajat celcius.
Pada musim kemarau tersebut, anda bisa menyaksikan bagaimana ekstrim suhu udara di Dieng mampu membekukan embun di pagi hari. Masyarakat Dieng menyebut fenomena tersebut dengan istilah Bun Upas atau embun racun (dinamakan embun racun karena embun beku yang menempel pada tanaman dapat merusak tanaman seperti pada tanaman Kentang dan Kobis - komoditas utama masyarakat Dieng dalam bidang pertanian).

Sejarah, Legenda Dan Asal Usul Dieng Plateau.

 Menurut cerita yang berkembang di Masyarakat, Desa Dieng awalnya adalah hutan lebat tanpa penghuni, Hingga kemudian seorang Pengelana bernama Kyai Kolodete memasuki daerah ini dan mulai membangun pemukiman yang kemudian menjadi tonggak awal  berdirinya desa Dieng. Kyai Kolodete inilah yang dipercaya menjadi sebab asal Fenomena Anak Berambut Gimbal di Dataran Tinggi Dieng.
Nama Dieng diambil dari kata di yang berarti gunung dan Hyang (Dewa). itulah kenapa Dieng juga dijuluki negeri Para Dewa.
Teori lain menyebutkan, Nama Dieng berasal dari kata di hyang (Bahasa Sunda) mengingat pada masa pra Medang- sekitar abad ketujuh Masehi- daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

Tempat Wisata Di Dieng

 Candi Dieng

Candi seperti sudah menjadi Simbol kepariwisataan di Dieng, beberapa Candi-candi yang tersebar di Dieng Plateau merupakan salah satu Destinasi utama para Wisatawan yang datang berlibur ke Dieng, baik lokal maupun mancanegara

Telaga-Telaga Di Dieng

Keindahan Panorama alam didukung suasana yang asri dan udara sejuk bebas polusi menjadikan para wisatawan suka berlama-lama mengunjungi Obyek Wisata telaga di Dieng sepert:


 salah satu tempat wisata unggulan Dieng yang banyak dikunjungi wisatawan karena keunikan warna permukaan airnya.
 telaga Warna Dieng
  Terletak tepat disebelah telaga Warna namun memiliki karakter permukaan yang sangat berbeda. jika telaga warna cenderung berwarna putih kebiruan akibat endapan lumpur didasar permukaannya, Telaga Pengilon memiliki permukaan air yang sangat jernih dan bening seperti cermin, karenanya diberi nama telaga Pengilon (cermin) 
 Telaga terletak di Desa sembungan, tepat dibawah Bukit Sikunir ( Tempat para wisatawan biasa melihat Sunrise Dieng )
 
 Berada dekat dengan Desa Karangtengah, sekitar 5 km dari Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini selain sebagai tempat wisata juga digunakan penduduk sebagai sumber pengairan untuk ladang kentang dan pemancingan.
 telaga merdada
 Telaga seluas sekitar 70 Ha (terluas di Kabupaten Wonosobo) mempunyai kedalaman 45 meter dan berada pada ketinggian 1300 mdpl. Untuk mencapai Telaga Menjer dapat melalui Rute Kecamatan Garung (sekitar 5 Km), dan melalui Kecamatan Kejajar (jalur Alternatif).

 telaga menjer

Kawah-Kawah Di Dieng

Kawah sikidang hanyalah satu diantara beberap kawah Vulkanik di Dieng plateau yang menarik perhatian Para Wisatawan, Kawah-kawah lain di Dataran Dieng juga tak kalah menarik untuk dikunjungi.
Beberapa Kawah di Kawasan Dieng diantaranya :
  • Kawah Candradimuka
  • Kawah Sibanteng
  • Kawah Siglagah
  • Kawah Sikendang
  • Kawah Sikidang
  • Kawah Sileri
  • Kawah Sinila
  • Kawah Timbang

Gunung-Gunung di Dieng

Kawasan Dieng kelilingi oleh pegunungan  yang beberapa diantaranya sering dijadikan Obyek Pendakian oleh para Pendaki, sebagai tempat Camping atau sekedar melihat Sunrise. Gunung-Gunung tersebut diantaranya :
 Gunung Prau terletak pada ketinggian 2560 m di atas permukaan laut,  masuk wilayah beberapa Kabupaten sekaligus. wilayah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal. Sedang secara Astronomis Gunung ini terletak pada koordinat 7° 11' 13" LS,  109° 55' 22" BT.

Bentuk Gunung Prau yang memanjang meliputi beberapa Wilayah Kabupaten memungkinan Gunung ini untuk ditempuh melalui beberapa Alternatif Jalur Pendakian. Lewat Jalur utara, anda bisa melalui Kabupaten Kendal, Semisal dari Desa Genting Gunung, Desa Balong, Desa Kenjuran yang berada di Kecamatan Sukoreja. Jarak tempuh perjalanan mendaki melewati jalur Utara kurang lebih memakan waktu 6 Jam.
 
 Jika ingin melihat Panorama Dieng dengan sudut pandang yang berbeda, datanglah ke gunung ini.Terletak di selatan gunung sikunir, Gunung di ketinggian kurang lebih 2413 m dpl ini memiliki jalur pendakian yang lebih mudah dengan jarak tempuh antara setengah hingga satu jam. Start dari desa Sembungan sepanjang perjalanan anda akan melihat perladangan penduduk, rerumputan dan semakin naik anda akan menjumpai batu andesit berserakan.  Dari berbagai informasi yang kami dengar, dari batu-batu andesit gunung Pakuwaja lah komplek Candi di Dieng dibangun.

Yang unik dari Gunung Pakuwaja adalah di puncaknya anda bisa melihat batu besar menjulang berbentuk serupa Menhir. menurut mitos yang beredar, Batu tersebut adalah Pakunya jawa.

Dari Puncak Gunung Pakuwaja anda bisa melihat lanskap dataran tinggi Dieng dengan lebih leluasa. Kawasan Wisata telaga warna, Kawah Sikidang, Komplek Candi Dieng, tampak berbeda dilihat dari sudut Pakuwaja. Pemandangan Sunrise di Pakuwaja juga tidak kalah menarik dari Penampakan sunrise di Sikunir.
 
 Bagi yang pernah ke Dataran Tinggi Dieng, Gunung Sikunir tentu sudah tidak asing. Gunung dengan ketinggian kurang lebih 2.350 mdpl ini sering didaki para wisatawan untuk melihat panorama Golden Sunrise Dieng yang mempesona. Dibawah Gunung ini terdapat Telaga Cebong, yang juga merupakan point awal pendakian menuju Puncak.

Jarak Tempuh menuju Puncak memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam. Meski Jalur pendakian tidak terlalu sulit, disarankan bagi para wisatawan agar ditemani oleh Tour Guide lokal apalagi jika mendaki dipagi buta mengingat kanan-kiri jalur pendakian lumayan curam.

Dari Puncak sikunir ini, Selain bisa melihat Sunrise anda juga bisa melihat pemandangan lima Gunung sekaligus, yaitu: gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Kembang, dan Gunung Perahu.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar